Pages

Jumat, 09 Juli 2010

Beginilah Jalanku

Langit di sebelah barat sore hari memang selalu indah
Cahaya orange menyemburat dengan lembut
Kicauan burung yang sedang kembali ke sangkarnya
Alam bertasbih dengan syahdu

Setiap nafas yang kuhembuskan dari bukit ini
Selalu terkenang dan terasa sampai ke dalamnya jiwa
Bahwa disana aku memiliki sebuah mimpi
Yang ingin kuterjemahkan dengan rangkaian sejarah dan tinta

Langkahku semakin kukuh menjejak di jalan ini
Keyakinanku adalah manifestasi akal yang kupelihara
Aku berjalan, dan terus berjalan
Dengan senyum yang menghias peradaban

Walau langkahku tersendat bukit yang menjulang
Tubuhku tertusuk besi tajam dan panjang
Keyakinanku tetap kukuh disini
Bahwa ilusi yang melingkari akalku sebentar kemudian akan mati

Biarkan aku tetap seperti ini
Karena bukan hal sepele yang aku perjuangkan
Aku berjuang untuk agama-Nya yang tinggi
Maka biarkanlah aku tetap begini
Tetap merangkai mimpi

Senin, 28 Juni 2010

Untuk Saudariku yang Berubah

Saudariku, begitu lemahkah hatimu sehingga kau mau mengikuti jejak langkah setan yang membawamu ke dalam kehinaan. Begitu lemahkah imanmu sehingga kau gadaikan “izzahmu” sebagai seorang wanita muslimah. Kemanakah rasa malu yang dulu kau miliki sehingga saat ini aku tak melihatnya selain tirai samar yang kau sembunyikan. Dimanakah letak hijab kau definisikan sehingga kau keliru menggunakannya.

Sungguh sebagai saudaramu aku sangat kecewa dengan pilihanmu yang jelas-jelas kau tahu sendiri bahwa itu keliru. Kekecewaanku bukan berarti aku tidak mau menjadi saudaramu lagi, bukan berarti aku menjadi jijik dan ingin pergi menjauh darimu. Sungguh aku sangat berharap kau kembali ke jalan yang kau pilih dahulu, jalan para wanita solehah yang senantiasa menjaga kehormatannya sebagai mutiara yang agung dan tak tersentuh, engkaulah yang menjadi pujaan para mukminin sholeh karena engkau adalah bidadari yang mereka cari.

Saudariku, letak kemuliaanmu bukanlah pada pakaian yang kau gunakan. Letak kecantikanmu bukanlah seberapa tebal kau menggunakan riasan di wajahmu. Letak keindahanmu bukanlah dari suaramu yang merdu yang terkadang membuat para hati lelaki menjadi tak menentu. Sesungguhnya engkaulah makhluk terindah yang Allah ciptakan. Tapi apakah engkau tahu bagaimana engkau bisa mensyukuri pemberian itu sehingga kau pun dapat melihat wujudmu yang indah itu. Sesungguhnya keindahan yang kau lihat saat ini semu. Jasad yang kau miliki saat ini akan membusuk dan bau. Masihkah engkau tidak mengerti bahwa semua yang bernyawa akan mati dan menjadi bangkai. Begitupun fisik yang engkau miliki saat ini. Jangan terlena saudariku... tubuhmu itu akan menjadi tanggung jawabmu kelak ketika bertemu dengan Allah di akhirat sana.

Sesungguhnya keindahanmu terletak pada hatimu yang kau jaga setiap waktu. Letak kecantikanmu terletak pada wajahmu yang senantiasa berwudlu dan menangis menyesali kesalahanmu. Keindahanmu tergambar pada suara yang selalu kau getarkan untuk membaca Al-Qur’an. Maka tetaplah menjadi wanita yang solehah, karena itulah yang menjadi kemuliaan seorang wanita. Tetaplah engkau menjaga pandangan dan suaramu, karena dengan begitu aku bisa tentram dan tetap bangga terhadapmu. Tetaplah istiqomah dan menjadikan Allah sebagai cinta tertinggimu, karena dengan begitu aku akan selalu mengambil pelajaran dari sikap tulusmu.

Saudariku, aku menulis ini hanya teringat sebuah ayat dalam surat Al-’Asr. Bahwa mereka yang beruntung adalah yang senantiasa saling memberi nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Maka semoga catatan kecil ini bisa menjadi manifestasi diriku untuk dapat mengamalkan apa yang Allah firmankan. Aku tidak bermaksud menjadi congkak karena telah mensihatimu karena diriku pun tidak lebih baik darimu. Aku berlindung kepada Allah dari menjadi orang yang sangat dibenci oleh Allah karena mengatakan apa yang tidak aku lakukan sesuai firmannya dalam qur’an surat Ash-Shof.

Aku hanya berharap semoga Allah menjadikan kita dan saudara-saudara kita yang lain termasuk orang-orang yang dimulikan-Nya.

Depok, 28 Juni 2010
17.53 WIB

Kamis, 04 Februari 2010

Sebuah Renungan

Suatu ketika saya melihat sebuah tayangan yang menjelaskan tentang proses kehidupan manusia bermula. mulai dari satu sel sperma yang berhasil bersaing dengan ratusan ribu jenisnya hingga mencapai sel telur yang akan dibuahinya, kemudian berlanjut pada proses mitosis dan meiosis sel telur yang telah dibuahi itu sehingga berwujud segumpal daging yang sempurna terbentuk, kepalanya, kaki dan tangannya, tubuhnya, juga alat kelaminnya. saat itu saya terhenyak dan berfikir, itulah diriku saat aku dulu. begitulah proses yg aku jalani ketika berada di dalam perut ibuku selama sembilan bulan hingga aku dilahirkan kedunia dengan kesempurnaan.

saya jadi berfikir, betapa hebatnya diri saya, begitu juga anda yang saat ini sedang menghirup udara bahwa kita telah dilahirkan ke dunia. kita lah yang Allah pilih untuk berhasil mencapai sel telur ibu kita dahulu. kita lah yang sukses mengalahkan ratusan ribu bibit-bibit manusia seperti kita saat ini. dan begitulah Allah menciptakan kita, dimulai dengan kompetisi, perjuangan, pegorbanan dan terus berfokus pada apa yang kita tuju.

sejatinya manusia diciptakan dengan kesempurnaan dan penuh keajaiban. tidak ada cela dan kurang. semuanya di desain dengan cermat dan proporsional. jika kemudian ada orang yang merasa kurang dengan kekurangannya, maka itu hanyalah pikiran kita. hanya kita yang merasa demikian, padahal yang sebenarnya adalah sebaliknya, kita diciptakan dengan penuh kesempurnaan. syukiur dariku untukmu Allah...

tapi demikianlah kehidupan mengajarkan kita. bukan hal yang mudah untuk menjaga agar semangat perjuangan kita dahulu ketika berada di rahim ibu bisa selalu bertahan lama. terkadang hidup mengajarkan kita untuk menjadi seorang pecundang, terkadang hidup mengajarkan kita untuk menjadi lelah dan lemah, dan tak jarang kehidupan justru mengajarkan kita untuk memilih mati saja. ironis memang jika kehidupan malah mengajarkan kita untuk mati sementara ia sendiri adalah bentuk wujud kehidupan. tapi memang demikian adanya setidaknya untuk beberapa orang yang merasa hidupnya hanyalah penderitaan.

tapi tidak selamanya kehidupan mengajarkan hal-hal mengerikan seperti di atas. kehidupan malah bisa menjadi ladang yang siap untuk kita tanami dengan berbagai tanaman yang berharga dan bernilai tinggi. kita tinggal menanamnya dan kemudian merawatnya dengan teliti dan sabar hingga menjadi kebun yang subur dan sejuk dipandang mata. sebenarnya terserah kita mau melakukan apa saja pada kehidupan kita, yang jelas kita harus siap menanggung apa yang kita perbuat sekarang. dari sini mungkin saya bisa menyimpulkan bahwa orang yang hidupnya saat ini 'sia-sia' adalah orang yang siap menanggung resikonya nanti, atau mungkin karena mereka begitu bodoh sampai-sampai rasio mereka tidak berfungsi sempurna ketika bersinggungan dengan nafsu yang bergolak membentuk amplitudo sangat ekstrim.

entahlah, setiap orang punya alasannya masing-masing. setiap orang dibekali dengan sifat fujur (berbuat jahat) dan takwa (kebaikan). tinggal kita yang pintar-pintar memilih mau mendominankan dan menekan yang mana. apa yang kita anggap baik dan buruk harus sejalan dengan nurani kita. sekali kita membohongi nurani kita sendiri, maka samar-samar lah yang akan kita lihat. kita menjadi ragu untuk menentukan mana yang benar dan salah, mana yang harus dipilih dan mana yang harus ditinggalkan. keraguan itu muncul begitu kuat ketika kita banyak membohongi diri sendiri. mencampakkan akal sehat kita hanya untuk nafsu yang menjerumuskan.

siapakah kita kalau bukan hamba. hamba yang berarti harus tunduk pada setiap perintah dan larangan tuhan yang kita sembah.. dialah Allah, Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Senin, 01 Juni 2009

Serpihan Doa

Allah, aku tahu dengan kemampuanku, aku tahu akan kelemahanku, aku tahu akan dosa2ku.. dan aku tahu akan kebesaranMu..
karena itu, ampunilah aku, jadikan kasih sayangMu selalu menyertaiku,
dalam keadaan senang atau sedih, dalam keadaan lupa atau ingat.
karena hanya kasih sayangMu yang bisa membawa jalan keselamatan untukku.

Allah, sesungguhnya aku hanya kumpulan kelamahan yang tiada berarti, sesungguhnya aku hanya jasad yang kau beri nyawa. ampuni segala khilap yang aku lakukan secara sadar. hapuskan segala dosa yang aku perbuat tanpa kesengajaan. sesungguhnya Engkaulah tempat berkumpulnya segala ampunan, sesungguhnya Engkaulah tempat kembalinya segala harapan.



Allah, aku meminta kemurahanMu untuk meberikan jalan yang terbaik untukku, jangan campakkan aku karena itu akan membuat aku tersesat di kelamnya dunia.

Allah, dengan segala kerendahan hati, kabulkanlah segala do'aku. wujudkan semua harapanku. agar ku dapat mencari kebesaranMu di sana. agar ku semakin yakin dan berjuang di jalan yang Kau kehendaki.
agar setiap hembusan nafasku mengalir kebesaran-kebesaranMu.
kabulkanlah....kabulkanlah....

AmpunanMu Allah,
kasih sayangMu Allah,
ciumanMu Allah,
belaianMu Allah,
SyurgaMu Allah...

hambaMu yang lemah, yang berharap kasih terindahMu...

saat malam menjumpai pangkalnya,,
saat smua jiwa terbuai gemerlap mimpi,,
saat itulah kedua tangan bersedekap,,meminta dgn penuh harap,meminta untuk kemudian berusaha,meminta untuk kemudian berikhtiar,meminta,,untuk kemudian berpasrah...padaNya.....

Sebuah Renungan Kecil

teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu
teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu
teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu
teruslah bertahan hingga kefuturan itu futur menyertaimu
tetaplah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu ......
(Ust. Rahmat Abdullah)

meresapi kata-kata ini, ada semangat yang muncul tiba-tiba, ada sebuah kerinduan untuk terus mengejar impian. memang, tak ada seorang pun di dunia ini yang dapat meraih sesuatu secara instan, kecuali hanya sebuah kebetulan yang sifatnya sementara. sejarah membuktikan bahwa mereka yang bisa menuju puncak prestasi mereka bekerja lebih maksimal dari pada orang lain.


Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu,
kelelahan hanya sebuah aksesoris yang melengkapi perjalanan seseorang yang hendak meraih keberhasilan. kelelahan merupakan tanda seseorang bahwa orang itu telah benar-benar melakukan sesuatu yang bisa mengantarkannya menuju tujuan yang di maksud.
namun kita harus berhati-hati dengan kelelahan yang kita rasakan, karena terkadang kita merasa lelah untuk hal yang sia-sia, lelah yang tidak membawa hasil signifikan.
seorang pejuang sejati tidak mengeluhkan rasa lelah yang di deritanya, kelelahan hanya sebuah kegembiraan baginya untuk terus memaksimalkan proses kerjanya. kelelahan baginya hanya sebuah sisi yang kerap ada ketika perjuangan berlangsung. jadi tidak masalah seberapa lelah yang ia rasa, selama lelah itu lelah yang membawa hasil kebaikan dan perubahan yang berarti.

"Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu",
keletihan merupakan perasaan yang muncul di hati seseorang ketika ia merasa apa yang dilakukannya adalah proses yang panjang dan enggan untuk menuntaskannya hingga selesai.
pada dasarnya keletihan selalu ada menyertai semangat yang muncul di hati seseorang. bahkan menurut saya keletihan adalah sebuah sisi yang harus ada d hati seseorang yang sedang berproses menuju tujuannya, karena tanpa keletihan susah untuk memprediksi seberapa besar kebrhasilan yang bisa kita capai.
seseorang yang merasa letih harus berfikir bahwa untuk meraih kesuksesan dibutuhkan sikap yang pantang menyerah, kesuksesan diraih dengan pengorbanan yang tidak kecil, maka jika kita masih merasa pengorbanan yang kita lakukan masih sangat kecil, kita masih merasa apa yang kita lakukan belum maksimal, jangan salahkan jika kemudian hasil yang kita capai jauh dari yang diharapkan.
keletihan harus kita sadari sebagai proses pencapaian dan buah yang kita petik dari aktifitas kita.

Senin, 16 Maret 2009

Cinta Itu...

Artikel Bebas
11 April 2003 - 16:32
puisi kiriman dari Rani

Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, danmeski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas, tapi kamu tetap mencintainya,
Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah,
Aku pernah .........
Aku pernah tersenyum meski kuterluka ! karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku,Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja,
Aku pernah bersedih kala bersamanya, karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan......


Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, danTuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku.
Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.
Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik dari orang tua... sahabat.. kekasih dan akhirnya pasangan hidupnya.
Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah..karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia.
Buat temanku yg sedang terluka karena cinta...Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar, satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit,tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya,bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lainakan datang dan menghampirimu.
Buat temanku yang tidak percaya akan cinta... buka hatimu ...jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia.
Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah..karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab.. Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu.
~ No one ~

Kamis, 12 Maret 2009

SELF CURICULUM

Ketika manajemen telah menjadi sebuah keinginan bagi diri seseorang maka manajemen itu akan menjadi pengatur sejati bagi pribadinya. Keteraturan akanmenghiasi setiap gerak langkahnya.
Jika seseorang telah terampil dalam menyusun aturan hidupnya maka keberhasilan telah ada didepan mata. Manajemen ialah setengah dari keberhasilan, tanpa manajemen keberhasilan jauh untuk diraih.
Manajem waktu ialah kuncinya. Keterampilan seseorang dalam menyusun waktu yg ada memungkinkan dirinya menjadi seseorang yg sukses. Tidak hanya sukses didunia tetapi diakhirat juga. Insya Allah.
Sungguh banyak keutamaan yg ada pada waktu luang. Itu juga jika kita memanfaatkan & bagaimana kita menjadikannya sebagai sesuatu yg akan menguntungkan bagi kita. Jika kita melihat kenegara lain, sebagai contoh Negara Jepang. Negara yg sebenarnya miskin dengan sumber daya alam (SDA) namun kaya dengan sumber daya manusia (SDM) nya. Itu karena mereka pintar dalam mengatur waktu. Tak ada waktu yg terbuang dengan percuma melainkan diisi dengan hal-hal positif.


Kita selaku orang muslim dituntut untuk menjaga waktu, mestinya bisa menggunakan waktu sebaik mungkin. Ketahuilah, didunia sekarang ini tidak ada yg bisa diandalkan kecuali waktu yg terisi penuh dengan kegiatan-kegiatan positif yaitu kegiatan yg akan berdampak bagi masa depan.
Ketika kita mampu membuat aturan bagi kehidupan kita sendiri. Disaat itulah peningkatan akan kita rasakan. Dengan setiap harinya memperbaiki yg belum sepenuhnya baik pada waktu kemarin. Muhasabah (mengevaluasi diri)red ialah peluang untuk mengadakan perbaikan diri dengan memperhatikan apa yg kita perbuat untuk diperbaiki hari esok.
Manajemen membawa kita kepada kesadaran, bahwa diduia ini bukan untuk berleha-leha melainkan sebuah tantangan yg harus siap dijalani bagi setiap insane yaitu sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan yg lebih kekal di akhirat nanti.
Pepatah mengatakan gagal dalam perencanaan berarti merencanakan kegagalan. Seseorang yg berfikir akan mampu mengatasi kegagalan, sebab sebelumnya ia telah tahu bagaimana & seperti apa kegagalan itu. Sehigga ia senantiasa waspada & penuh perencanaan ketika ia menghadapai kegagalan.
“Kegagalan bukan untuk ditakuti, tapi untuk dijadikan sebagai wahana perubahan”, “Sukses perencanaan berarti merencanakan kesuksesan & dia akan benar-benar sukses.”