Pages

Kamis, 12 Maret 2009

SELF CURICULUM

Ketika manajemen telah menjadi sebuah keinginan bagi diri seseorang maka manajemen itu akan menjadi pengatur sejati bagi pribadinya. Keteraturan akanmenghiasi setiap gerak langkahnya.
Jika seseorang telah terampil dalam menyusun aturan hidupnya maka keberhasilan telah ada didepan mata. Manajemen ialah setengah dari keberhasilan, tanpa manajemen keberhasilan jauh untuk diraih.
Manajem waktu ialah kuncinya. Keterampilan seseorang dalam menyusun waktu yg ada memungkinkan dirinya menjadi seseorang yg sukses. Tidak hanya sukses didunia tetapi diakhirat juga. Insya Allah.
Sungguh banyak keutamaan yg ada pada waktu luang. Itu juga jika kita memanfaatkan & bagaimana kita menjadikannya sebagai sesuatu yg akan menguntungkan bagi kita. Jika kita melihat kenegara lain, sebagai contoh Negara Jepang. Negara yg sebenarnya miskin dengan sumber daya alam (SDA) namun kaya dengan sumber daya manusia (SDM) nya. Itu karena mereka pintar dalam mengatur waktu. Tak ada waktu yg terbuang dengan percuma melainkan diisi dengan hal-hal positif.


Kita selaku orang muslim dituntut untuk menjaga waktu, mestinya bisa menggunakan waktu sebaik mungkin. Ketahuilah, didunia sekarang ini tidak ada yg bisa diandalkan kecuali waktu yg terisi penuh dengan kegiatan-kegiatan positif yaitu kegiatan yg akan berdampak bagi masa depan.
Ketika kita mampu membuat aturan bagi kehidupan kita sendiri. Disaat itulah peningkatan akan kita rasakan. Dengan setiap harinya memperbaiki yg belum sepenuhnya baik pada waktu kemarin. Muhasabah (mengevaluasi diri)red ialah peluang untuk mengadakan perbaikan diri dengan memperhatikan apa yg kita perbuat untuk diperbaiki hari esok.
Manajemen membawa kita kepada kesadaran, bahwa diduia ini bukan untuk berleha-leha melainkan sebuah tantangan yg harus siap dijalani bagi setiap insane yaitu sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan yg lebih kekal di akhirat nanti.
Pepatah mengatakan gagal dalam perencanaan berarti merencanakan kegagalan. Seseorang yg berfikir akan mampu mengatasi kegagalan, sebab sebelumnya ia telah tahu bagaimana & seperti apa kegagalan itu. Sehigga ia senantiasa waspada & penuh perencanaan ketika ia menghadapai kegagalan.
“Kegagalan bukan untuk ditakuti, tapi untuk dijadikan sebagai wahana perubahan”, “Sukses perencanaan berarti merencanakan kesuksesan & dia akan benar-benar sukses.”

0 komentar: