Pages

Senin, 06 Desember 2010

IDEOLOGI

Hidup adalah untuk berbuat sebanyak-banyaknya..
Bukan untuk memiliki sebanyak-banyaknya..
Bukan pula untuk berfoya-foya senikmat-nikmatnya..
Apalgi untuk istirahat selama-lamanya..

Dakwah kita adalah dakwah yang tenang..
namun lebih bergemuruh dari tiupan angin topan..
Dakwah kita adalah dakwah yang rendah hati..
namun lebih perkasa dari keangkuhan gunung yang menjulang..
Dakwah kita adalah dakwah yang terbatas..
namun jangkauannya lebih luas dari bumi..
Dakwah yang jujur..
Dakwah yang brsih dari nafsu..

Senin, 08 November 2010

Jadilah Kau

Jadilah kau bintang
Dalam temaramnya malam
Bersinar menunjuki jalan

Jadilah awan lembut di angkasa
Dalam kerasnya dunia
Memberi keteduhan dan kesejukan

Jadilah kau matahari di angkasa
Saat semuanya terlelap
Kau mengetuk memberi harapan

Jadilah kau daun di pepohonan
Saat semuanya terasa gersang
Melambai memberi arti sebuah kesetiaan

Jadilah kau lautan
Saat semuanya kelabu
Kau biru dengan gemuruh

Jadilah kau gunung yang menjulang
Ketika semuanya terjatuh
Kau tegak berkeyakinan

Jadilah kau
Jadilah kau
Jadilah kau

Ketika semuanya terasa sempit dan terhimpit
Kau luas dan lapang

Jadilah kau
Kau jadi

Jumat, 09 Juli 2010

Beginilah Jalanku

Langit di sebelah barat sore hari memang selalu indah
Cahaya orange menyemburat dengan lembut
Kicauan burung yang sedang kembali ke sangkarnya
Alam bertasbih dengan syahdu

Setiap nafas yang kuhembuskan dari bukit ini
Selalu terkenang dan terasa sampai ke dalamnya jiwa
Bahwa disana aku memiliki sebuah mimpi
Yang ingin kuterjemahkan dengan rangkaian sejarah dan tinta

Langkahku semakin kukuh menjejak di jalan ini
Keyakinanku adalah manifestasi akal yang kupelihara
Aku berjalan, dan terus berjalan
Dengan senyum yang menghias peradaban

Walau langkahku tersendat bukit yang menjulang
Tubuhku tertusuk besi tajam dan panjang
Keyakinanku tetap kukuh disini
Bahwa ilusi yang melingkari akalku sebentar kemudian akan mati

Biarkan aku tetap seperti ini
Karena bukan hal sepele yang aku perjuangkan
Aku berjuang untuk agama-Nya yang tinggi
Maka biarkanlah aku tetap begini
Tetap merangkai mimpi

Senin, 28 Juni 2010

Untuk Saudariku yang Berubah

Saudariku, begitu lemahkah hatimu sehingga kau mau mengikuti jejak langkah setan yang membawamu ke dalam kehinaan. Begitu lemahkah imanmu sehingga kau gadaikan “izzahmu” sebagai seorang wanita muslimah. Kemanakah rasa malu yang dulu kau miliki sehingga saat ini aku tak melihatnya selain tirai samar yang kau sembunyikan. Dimanakah letak hijab kau definisikan sehingga kau keliru menggunakannya.

Sungguh sebagai saudaramu aku sangat kecewa dengan pilihanmu yang jelas-jelas kau tahu sendiri bahwa itu keliru. Kekecewaanku bukan berarti aku tidak mau menjadi saudaramu lagi, bukan berarti aku menjadi jijik dan ingin pergi menjauh darimu. Sungguh aku sangat berharap kau kembali ke jalan yang kau pilih dahulu, jalan para wanita solehah yang senantiasa menjaga kehormatannya sebagai mutiara yang agung dan tak tersentuh, engkaulah yang menjadi pujaan para mukminin sholeh karena engkau adalah bidadari yang mereka cari.

Saudariku, letak kemuliaanmu bukanlah pada pakaian yang kau gunakan. Letak kecantikanmu bukanlah seberapa tebal kau menggunakan riasan di wajahmu. Letak keindahanmu bukanlah dari suaramu yang merdu yang terkadang membuat para hati lelaki menjadi tak menentu. Sesungguhnya engkaulah makhluk terindah yang Allah ciptakan. Tapi apakah engkau tahu bagaimana engkau bisa mensyukuri pemberian itu sehingga kau pun dapat melihat wujudmu yang indah itu. Sesungguhnya keindahan yang kau lihat saat ini semu. Jasad yang kau miliki saat ini akan membusuk dan bau. Masihkah engkau tidak mengerti bahwa semua yang bernyawa akan mati dan menjadi bangkai. Begitupun fisik yang engkau miliki saat ini. Jangan terlena saudariku... tubuhmu itu akan menjadi tanggung jawabmu kelak ketika bertemu dengan Allah di akhirat sana.

Sesungguhnya keindahanmu terletak pada hatimu yang kau jaga setiap waktu. Letak kecantikanmu terletak pada wajahmu yang senantiasa berwudlu dan menangis menyesali kesalahanmu. Keindahanmu tergambar pada suara yang selalu kau getarkan untuk membaca Al-Qur’an. Maka tetaplah menjadi wanita yang solehah, karena itulah yang menjadi kemuliaan seorang wanita. Tetaplah engkau menjaga pandangan dan suaramu, karena dengan begitu aku bisa tentram dan tetap bangga terhadapmu. Tetaplah istiqomah dan menjadikan Allah sebagai cinta tertinggimu, karena dengan begitu aku akan selalu mengambil pelajaran dari sikap tulusmu.

Saudariku, aku menulis ini hanya teringat sebuah ayat dalam surat Al-’Asr. Bahwa mereka yang beruntung adalah yang senantiasa saling memberi nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Maka semoga catatan kecil ini bisa menjadi manifestasi diriku untuk dapat mengamalkan apa yang Allah firmankan. Aku tidak bermaksud menjadi congkak karena telah mensihatimu karena diriku pun tidak lebih baik darimu. Aku berlindung kepada Allah dari menjadi orang yang sangat dibenci oleh Allah karena mengatakan apa yang tidak aku lakukan sesuai firmannya dalam qur’an surat Ash-Shof.

Aku hanya berharap semoga Allah menjadikan kita dan saudara-saudara kita yang lain termasuk orang-orang yang dimulikan-Nya.

Depok, 28 Juni 2010
17.53 WIB

Kamis, 04 Februari 2010

Sebuah Renungan

Suatu ketika saya melihat sebuah tayangan yang menjelaskan tentang proses kehidupan manusia bermula. mulai dari satu sel sperma yang berhasil bersaing dengan ratusan ribu jenisnya hingga mencapai sel telur yang akan dibuahinya, kemudian berlanjut pada proses mitosis dan meiosis sel telur yang telah dibuahi itu sehingga berwujud segumpal daging yang sempurna terbentuk, kepalanya, kaki dan tangannya, tubuhnya, juga alat kelaminnya. saat itu saya terhenyak dan berfikir, itulah diriku saat aku dulu. begitulah proses yg aku jalani ketika berada di dalam perut ibuku selama sembilan bulan hingga aku dilahirkan kedunia dengan kesempurnaan.

saya jadi berfikir, betapa hebatnya diri saya, begitu juga anda yang saat ini sedang menghirup udara bahwa kita telah dilahirkan ke dunia. kita lah yang Allah pilih untuk berhasil mencapai sel telur ibu kita dahulu. kita lah yang sukses mengalahkan ratusan ribu bibit-bibit manusia seperti kita saat ini. dan begitulah Allah menciptakan kita, dimulai dengan kompetisi, perjuangan, pegorbanan dan terus berfokus pada apa yang kita tuju.

sejatinya manusia diciptakan dengan kesempurnaan dan penuh keajaiban. tidak ada cela dan kurang. semuanya di desain dengan cermat dan proporsional. jika kemudian ada orang yang merasa kurang dengan kekurangannya, maka itu hanyalah pikiran kita. hanya kita yang merasa demikian, padahal yang sebenarnya adalah sebaliknya, kita diciptakan dengan penuh kesempurnaan. syukiur dariku untukmu Allah...

tapi demikianlah kehidupan mengajarkan kita. bukan hal yang mudah untuk menjaga agar semangat perjuangan kita dahulu ketika berada di rahim ibu bisa selalu bertahan lama. terkadang hidup mengajarkan kita untuk menjadi seorang pecundang, terkadang hidup mengajarkan kita untuk menjadi lelah dan lemah, dan tak jarang kehidupan justru mengajarkan kita untuk memilih mati saja. ironis memang jika kehidupan malah mengajarkan kita untuk mati sementara ia sendiri adalah bentuk wujud kehidupan. tapi memang demikian adanya setidaknya untuk beberapa orang yang merasa hidupnya hanyalah penderitaan.

tapi tidak selamanya kehidupan mengajarkan hal-hal mengerikan seperti di atas. kehidupan malah bisa menjadi ladang yang siap untuk kita tanami dengan berbagai tanaman yang berharga dan bernilai tinggi. kita tinggal menanamnya dan kemudian merawatnya dengan teliti dan sabar hingga menjadi kebun yang subur dan sejuk dipandang mata. sebenarnya terserah kita mau melakukan apa saja pada kehidupan kita, yang jelas kita harus siap menanggung apa yang kita perbuat sekarang. dari sini mungkin saya bisa menyimpulkan bahwa orang yang hidupnya saat ini 'sia-sia' adalah orang yang siap menanggung resikonya nanti, atau mungkin karena mereka begitu bodoh sampai-sampai rasio mereka tidak berfungsi sempurna ketika bersinggungan dengan nafsu yang bergolak membentuk amplitudo sangat ekstrim.

entahlah, setiap orang punya alasannya masing-masing. setiap orang dibekali dengan sifat fujur (berbuat jahat) dan takwa (kebaikan). tinggal kita yang pintar-pintar memilih mau mendominankan dan menekan yang mana. apa yang kita anggap baik dan buruk harus sejalan dengan nurani kita. sekali kita membohongi nurani kita sendiri, maka samar-samar lah yang akan kita lihat. kita menjadi ragu untuk menentukan mana yang benar dan salah, mana yang harus dipilih dan mana yang harus ditinggalkan. keraguan itu muncul begitu kuat ketika kita banyak membohongi diri sendiri. mencampakkan akal sehat kita hanya untuk nafsu yang menjerumuskan.

siapakah kita kalau bukan hamba. hamba yang berarti harus tunduk pada setiap perintah dan larangan tuhan yang kita sembah.. dialah Allah, Yang Maha Pengasih dan Penyayang.